Home » Budi Pekerti » Bertutur kata yang baik, akan diampuni dosanya.

Bertutur kata yang baik, akan diampuni dosanya.

September 3, 2017 12:20 pm by: Category: Budi Pekerti Leave a comment A+ / A-

diskusi“ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar” (QS, 33:70-71). “Selamatkanlah diri kalian dari siksa neraka, walaupun dengan separuh kurma. Jika kalian tidak mendapatkannya, maka cukup dengan bertutur kata yang baik.”(HR. Bukhari, Muslim) 

Perintah berbuat dan berkata yang baik.

Agama adalah nasihat, isi-nya memberikan petunjuk kepada kita agar kita sukses dan selamat baik di dunia maupun di akhirat. Agama memerintahkan kita untuk berbuat baik dan juga berkata-kata yang baik terhadap siapa saja :

“….Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling”.(QS, 2:83).

Picture1“Di antara akhlak seorang mukmin adalah berbicara dengan baik, bila mendengarkan pembicaraan tekun, bila berjumpa orang dia menyambut dengan wajah ceria dan bila berjanji ditepati”. (HR. Ad-Dailami)*

Agama meminta kita untuk bersikap lembut terhadap semua orang; “ Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imron: 159).

Manfaat berkata-kata yang baik.

1.Mendapat ampunan dan masuk Surga. 

“Wahai Rasulullah, tunjukkanlah padaku suatu amalan yang dapat memasukkanku ke dalam surga.” Beliau bersabda, “Di antara sebab mendapatkan ampunan Allah adalah menyebarkan salam dan bertutur kata yang baik.”(HR.Thobroni)

2.Mendapatkan kamar khusus di surga ;

“Di surga terdapat kamar-kamar yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar.” Kemudian seorang Arab Badui bertanya, “Kamar-kamar tersebut diperuntukkan untuk siapa, wahai Rasulullah?” Beliau pun bersabda ; “Kamar tersebut diperuntukkan untuk siapa saja yang tutur katanya baik, gemar memberikan makan (pada orang yang butuh), rajin berpuasa dan rajin shalat malam karena Allah ketika manusia sedang terlelap tidur.”(HR Tirmizi, Ahmad)

3.Menyelamatkan dari siksa neraka :

“Selamatkanlah diri kalian dari siksa neraka, walaupun dengan separuh kurma. Jika kalian tidak mendapatkannya, maka cukup dengan bertutur kata yang baik.”(HR. Bukhari, Muslim)

Beberapa Penjelasan berkata yang baik 

Kita diminta bicara hal yang baik dengan cara yang baik pula. Seorang muslim harusnya menjadi panutan bagi masyarakat Karena kata-katanya yang baik, perkataan yang baik dalam hal ini mencakup: 

Berkata yang lebih baik/ benar .

Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: ” Hendaklah merekamengucapkan perkataan yang lebih baik.Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia” (QS,17:53). 

 “Bukan akhlak seorang mukmin berbicara dengan lidah yang tidak sesuai kandungan hatinya. Ketenangan (sabar dan berhati-hati) adalah dari Allah dan tergesa-gesa (terburu-buru) adalah dari setan”. (HR. Asyihaab).“…….Hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”(QS,4:9).

Bicara yang lembut ;  

Jangan berteriak-teriak dan kasar, karena hal tersebut akan membuat komunikasi tidak efektif dan memberikan kesan negative. “… maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut,mudah-mudahan ia ingat atau takut”(QS 20:44). 

pasangan_bahagiaJangan memaki ;

Memaki tidak dianjurkan,  karena akan menyebabkan orang sakit hati dan pergi meninggalkan kita.“Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”(QS,64:14). 

Mengajak dan membantah dengan cara yang baik.

Jika kita ingin mengajak berbuat baik, atau harus menasehati, pakailah cara-cara yang baik. “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”(QS,16:125). 

“Tolaklah (keburukan) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia”(QS. Fushilat:34-35).

Berpaling dari gossip/perkataan yang tidak bermanfaat.

Kita diminta untuk menghindari pembicaraan yang tidak berguna dan gosip, karena hal tersebut akan mempengaruhi pikiran kita. “Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil” (QS,28:55)

Jangan berdebat agama, kecuali dengan cara paling baik.

“Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang lalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”(QS,29:46).

muslim-hug-300x200Jangan saling menjelekkan. 

Kita juga diminta untuk tidak saling menjelekkan dan membuka aib satu sama lain, “Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim”(QS,49:11).

Jangan berprasangka buruk dan mencari kesalahan.

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang”(QS,49:12).

manBerkata yang baik, atau diam.

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat maka ucapkanlah kata-kata yang baik atau diam” (HR Bukhari, Muslim). Hadist nabi ini cukup relevan dijaman sekarang, terutama untuk publik figur yang kata-katanya sering di plintir dimedia masa. 

Semoga kita dapat menerapkan dan mengajak keluarga/ orang disekitar kita untuk melakukan hal yang baik. “Barang siapa mengajak orang kepada kebaikan, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang-orang yang mengikuti-nya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun…..” (HR. Muslim).

 

Download PDF
Bertutur kata yang baik, akan diampuni dosanya. Reviewed by on . “ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampu “ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampu Rating: 0

Leave a Comment


× seven = 42

scroll to top
Translate »
Facebook