Home » ibadah » Keistimewaan beribadah pada 10 hari awal bulan Dzulhijah.

Keistimewaan beribadah pada 10 hari awal bulan Dzulhijah.

August 24, 2017 11:40 am by: Category: ibadah Leave a comment A+ / A-

“Setahun ada 12 bulan, di antaranya terdapat 4 bulan haram: tiga bulan berurutan yaitu adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharam, dan (satu bulan sendiri yaitu) Rajab Mudhar yang berada di antara bulan Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari)

Allah Ta’ala sebutkan sebagai bulan-bulan haram ; “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah , dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram …” (QS. Al Maidah (5): 2). Maksudnya, bulan-bulan itu adalah bulan mulia, muslim dilarang (diharamkan) untuk berperang, kecuali dalam keadaan membela diri dan terdesak.

Keutamaan Bulan Dzulhijah.

Bulan Dzulhijah paling ditunggu kedatangannya, terutama oleh para calon jamaah haji, juga tentunya para peternak hewan qurban.  Allah bersumpah dalam Al QuranDemi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al Fajr (89): 1-2).  Maksudnya sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah adalah 10 hari yang penting. (Ibnu Abbas, Ibnu Az Zubeir, Mujahid).

“Tidak ada amal yang lebih afdhal dibanding amal pada hari-hari ini.” Mereka bertanya: “Tidak juga jihad?” Beliau menjawab: “Tidak pula oleh jihad, kecuali seseorang yang keluar untuk mengorbankan jiwa dan hartanya, lalu dia tidak kembali dengan sesuatu apa pun.” (HR. Bukhari No. 969)

Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid”. (Imam Ahmad, rahimahullah, meriwayatkan dari Umar ra)

Maka, amal-amal shalih apa pun bisa kita lakukan antara tanggal satu hingga sepuluh Dzulhijjah; sedekah, shalat sunnah, shaum dinilai lebih afdhal dibanding jihad, apalagi berjihad pada hari-hari itu, tentu memiliki keutamaan lebih dibanding jihad pada selain hari-hari itu. (kecuali hari ke 10 tidak puasa penuh). Bahkan ada ulama yang menyatakan lebih bernilai dari malam lailatul Qadar,

Macam-macam ibadah yang di anjurkan.

1.Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari kewajiban haji maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS, Ali ‘Imran: 97). “Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah itu karena Allah” (QS, 2:196).

“Orang-orang yang mengerjakan ibadah haji dan umrah adalah tamu-tamu Allah, Allah memberi kepada mereka apa yang mereka minta, dan Dia mengabulkan semua do’a mereka; kemudian Dia akan mengganti semua harta yang mereka belanjakan untuknya, satu dirham menjadi sejuta dirham”. [HR. Baihaqi].

2.Berpuasa selama hari-hari tersebut, atau pada sebagiannya.

“Ada empat hal yang Nabi saw belum pernah meninggalkannya: puasa ‘Asyura, Al ‘Asyr (puasa 10 hari Dzulhijjah), puasa tiga hari tiap bulan, dan dua rakaat sebelum subuh” (HR. An Nasa’i, , Abu Ya’la, Ahmad). “Dan puasa pada hari Arafah (9 Dzulhijah) aku mengharap dari Allah menghapuskan  dosa-dosa satu tahun lalu dan satu tahun yang akan datang”. (HR. Muslim). 

3.Takbir dan dzikir pada hari-hari tersebut.

Kita diminta banyak menyebut nama Allah pada hari-hari ini, Firman Allah : “…. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan …”. [al-Hajj/22 : 28].  “Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu …”. [al-Baqarah/2 : 185]. “Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid”. [Hadits Riwayat Ahmad].

Para ahli menafsirkan bahwa yang dimaksud di atas adalah 10 hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut. Dianjurkan juga untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Namun tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama Yang menurut sunnah adalah masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri.

4.Taubat serta meninggalkan segala maksiat dan dosa.

Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya seorang hamba dari Allah “ Sesungguhnya seorang diharamkan rezeki baginya disebabkan dosa yang diperbuatnya”. (HR. Tirmidzi,Al Hakim). Sedangkan keta’atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya.  “Barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan membukakan jalan keluar, Dan Allah akan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka”(QS , 65: 2-3).

Segeralah bertaubat,  “Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertobat, ber-iman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar”(QS, 20:82).

5.Banyak beramal shalih.

“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (QS, 16:97). “Tidak ada amal yang lebih afdhal dibanding amal pada hari-hari ini.” Mereka bertanya: “Tidak juga jihad?” Beliau menjawab: “Tidak pula oleh jihad, kecuali seseorang yang keluar untuk mengorbankan jiwa dan hartanya, lalu dia tidak kembali dengan sesuatu apa pun.” (HR. Bukhari No. 969)

6.Disyariatkan pada hari-hari itu takbir muthlaq

Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama’ah ; bagi selain jama’ah haji dimulai dari sejak Fajar Hari Arafah dan bagi Jama’ah Haji dimulai sejak Dzhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.

7.Berkurban pada Hari Raya Qurban dan hari-hari Tasyriq.

“Tidak ada amalan manusia di hari raya Iedul Adha yang lebih disenangi Allah dari pada berqurban”.(HR. Muslim).  “Ingatlah bahwa Qurban itu termasuk amal-amal penyelamat, yang menyelamatkan pemiliknya dari kejelekan dunia dan bahaya di akherat’ (Zubdatul wa’idhin).

Rasulullah saw berqurban : … menghampiri dua ekor kibas, lalu beliau menyembelih keduanya. Orang-orang menuju ke kambing dan membagi-bagikannya (memotong-motongnya). (Shahih Muslim No.3630). Satu ekor atas nama dirinya dan keluarganya, satu lagi atas nama seluruh umatnya :  “Ya Allah inilah Qurban dariku (sekeluarga) dan dari umatku yang tidak ber Qurban” (HR. Abu Dawud, Al Hakim)

8.Dilarang Mencabut Atau Memotong Rambut Dan Kuku

“Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya”.(HR Muslim). “….. dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan…”. [al-Baqarah/2 : 196].

Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.

9.Melaksanakan Shalat Iedul Adha Dan Mendengarkan Khutbahnya.

Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan ; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti ; nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari.

10.Selain Hal-Hal Yang Telah Disebutkan Diatas.

Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan ; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.

Sampaikanlah kepada keluarga dan rekan kita, agar semua dapat memanfaatkan ibadah di bulan ini : “Barang siapa mengajak orang kepada kebaikan, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang-orang yang mengikuti-nya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun “ (HR. Muslim).

Ref ;

  1. Almanhaj.
  2. Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin

 

Download PDF
Keistimewaan beribadah pada 10 hari awal bulan Dzulhijah. Reviewed by on . “Setahun ada 12 bulan, di antaranya terdapat 4 bulan haram: tiga bulan berurutan yaitu adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharam, dan (satu bulan sendiri yaitu “Setahun ada 12 bulan, di antaranya terdapat 4 bulan haram: tiga bulan berurutan yaitu adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharam, dan (satu bulan sendiri yaitu Rating: 0

Leave a Comment


five × = 15

scroll to top
Translate »
Facebook