Home » Budi Pekerti » Menjadi Pemimpin Dalam Islam

Menjadi Pemimpin Dalam Islam

January 17, 2018 5:16 am by: Category: Budi Pekerti Leave a comment A+ / A-

Agama mengatur tentang kepemimpinan, mengenai bagaimana seharusnya sikap sebagai pemimpin dan juga bagaimana seharusnya sikap kita bersikap sebagai  umat  yang dipimpin. Dalam bab ini hanya akan membahas bagaimana seharusnya sikap kita sebagai pemimpin.

Kita semua adalah pemimpin.

Setiap orang (kita) mempunyai tugas dan kita harus bertanggung jawab terhadap apa yang ditugaskan dan apa yang kita kerjakan, sehingga Rasulullah bersabda setiap kita adalah pemimpin.

“Ketahuilah bahwa setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin  bertanggung   jawab atas kepemimpinannya.  Setiap kepala negara adalah pemimpin rakyatnya dan ia bertanggung jawab atas kepemimpinannya,  Dan seorang laki-laki (suami) adalah sebagai pemimpin dalam keluarganya dan ia bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Dan seorang wanita (istri) adalah pemimpin di rumah suaminya dan anak-anaknya ia bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang pelayan/ hamba sahaya adalah pemimpin atas harta tuannya, dan ia bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Ketahuilah bahwa setiap kamu adalah pemimpin dan masing-masing mempertanggung jawabkan atas pemimpinannya”.   (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tarmizi)****

Laki-laki adalah pemimpin kaum wanita

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar” (Terjemahan QS,4:34).

Urusan pemerintahan / urusan kemasyarakatan

Untuk urusan  pemerintahan atau kemasyarakatan, setiap muslim harus aktif  ikut  memilih pemimpin dan harus siap jika ditunjuk menjadi pemimpin, Rasulullah SAW bersabda; “Barangsiapa yang tidak perduli dengan urusan kaum muslimin maka ia bukan termasuk golongan kami” (HR. Tabrani). Kita tidak boleh lepas tangan dan masa bodoh terhadap nasib masyarakat.

Tetapi aktif memilih atau mencalonkan, bukan berarti seorang muslim boleh mengejar suatu jabatan dengan ambisi yang kuat, Rasulullah SAW bersabda;  “Wahai Abdurrahman janganlah engkau mengharapkan suatu jabatan, sesungguhnya jika jabatan itu diberi karena ambisimu, maka kamu akan menanggung seluruh bebannya. Namun bila engkau ditugaskan tanpa ambisimu, maka kamu akan ditolong oleh Allah SWT untuk mengatasinya’ (HR Bukhari)***.

Tugas pemimpin.

Dalam perspektif islam, pemimpin bukan hanya duduk dengan tenang, tetapi  harus aktif memikirkan dan bertindak untuk rakyat yang dipimpinnya, antara lain

1. Mengabdi kepada rakyat .

Rasulullah SAW bersabda; “Pemimpin suatu kaum adalah pengabdi (pelayan) mereka (kaum tersebut)”. (HR. Abu Naim). Umar bin Khatab sampai keliling setiap malam untuk mengecheck apakah rakyatnya hidup sejahtera, jika ada yang belum makan maka dia betanggung jawab memberikan makanan.

2.Melindungi rakyat.

Rasulullah SAW bersabda; “Sesungguhnya pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang dibelakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia kan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selain-Nya, maka ia akan mendapat akibatnya. (HR Bukhari Muslim). Melindungi juga termasuk dalam konteks sosial, ekonomi, moral dll.

3.Memberi petunjuk dan perintah.

“Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami lah mereka selalu menyembah” (Terjemahan QS, 21:73). “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami”. (terjemahan QS, 32:24).

Batasan sebagai pemimpin.

1.Pemimpin harus jujur dan amanah.

Agama meminta agar pemimpin selalu jujur dan amanah (dapat dipercaya)  untuk menjalankan pemerintahan sesuai aturan dan nilai-nilai yang ada : “Seorang wali (pemimpin) yang memimpin masyarakat (Islam) lalu ia mati dalam keadaan menipu kepada mereka, maka ia akan diharamkan oleh Allah untuk memasuki Surga. (HR. Bukhari, Muslim)****

2.Pemimpin harus adil.

Agama meminta kita sebagai pemimpin untuk bersikap adil terhadap semua. “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (Terjemahan QS, 60:8)

Tujuh macam perlindungan yang akan diberikan oleh Allah kepada tujuh golongan manusia pada hari kiamat, hari yang tidak ada naungan lain kecuali naungan-Nya. (1). Untuk imam (pemimpin) yang adil.  (2). Untuk pemuda yang beribadah kepada Allah SWT . (3).Untuk orang yang hatinya terikat dangan masjid. (4). Untuk orang (laki-laki) yang saling (mengasihi ) kerena Allah, bertemu kerena Allah dan berpisah kerena Allah. (5). Untuk seseorang (laki-laki) yang dipanggil oleh sese-orang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik (untuk diajak maksiat) tetapi dijawabnya, “Sesungguhnya aku ini takut (taat) kepada Allah,”  (6). Untuk orang yang bersedekah dengan disembunyikan hingga tidaklah mengetahui pihak yang kikir terhadap apa yang disedekahkan oleh pihak yang kanan. (7). Untuk seseorang  yang berzikir kepadaAllah SWT dalam keadaan meyendiri dengan kedua matanya meneteskan air mata.(HR Bukhari Muslim)****.

“Dan orang-orang yang berjuang untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”. [العنكبوت : 69]

“Barang siapa mengajak orang kepada kebaikan, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang-orang yang mengikuti-nya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun…… “ (HR. Muslim).

Download PDF
Menjadi Pemimpin Dalam Islam Reviewed by on . Agama mengatur tentang kepemimpinan, mengenai bagaimana seharusnya sikap sebagai pemimpin dan juga bagaimana seharusnya sikap kita bersikap sebagai  umat  yang Agama mengatur tentang kepemimpinan, mengenai bagaimana seharusnya sikap sebagai pemimpin dan juga bagaimana seharusnya sikap kita bersikap sebagai  umat  yang Rating: 0

Leave a Comment


2 + seven =

scroll to top
Translate »
Facebook