Home » Budi Pekerti » Pahala belajar atau mengajar kebaikan setara haji dan jihad.

Pahala belajar atau mengajar kebaikan setara haji dan jihad.

November 23, 2017 2:20 am by: Category: Budi Pekerti Leave a comment A+ / A-

seorang-siswa-menangis-saat-sungkeman-kepada-guru-di-sd-_151125160953-788“Barang siapa pergi ke masjid (sekolah) hanya untuk belajar tentang kebaikan atau mengajarkannya, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang berhaji secara sempurna”(HR. Thabrani).

Agama Islam ingin peradaban bangsa semakin maju, karena itu selalu mendorong umatnya untuk terus belajar dan mengajar,  “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (al-Mujaadilah: 11).

Agama meminta kita menghargai guru.

picture1Guru adalah orang yang sangat berjasa, dengan segala perjuangannya guru akan selalu membuka mata dan menjadi penerang jalah hidup bagi muridnya, karena itu agama meminta kita menghargai para guru

“Tuntutlah ilmu dan belajarlah (untuk ilmu) ketenangan dan kehormatan diri, dan bersikaplah rendah hati kepada orang yang mengajar kamu” (HR. Ath-Thabrani).

“Termasuk mengagungkan Allah ialah menghormati (memuliakan) ilmu, para guru/ulama, orang tua yang muslim dan para pengemban Al Qur’an dan ahlinya, serta penguasa yang adil”. (HR. Abu Dawud dan Aththusi).

Mengajarkan atau membagi ilmu pengetahuan baik secara formal maupun nonformal adalah pekerjaan yang sangat mulia, karena arena akan membuka kesempatan murid untuk keberhasilan tinggi di masa datang, serta akan menyebabkan kehidupan ekonomi dan social masyarakat cepat berkembang. Namun memang sayangnya profesi guru yang strategis untuk masa depan masih belum dinilai dengan layak.

Tuhan menghargai para guru (pengajar)

336764_ribuan-guru-honorer-geruduk-dpr_325_183Mungkin secara materi dunia, saat ini kesejahteraan para guru masih belum terlalu baik, namun Allah sang maha pencipta memberikan reward dan tempat tersendiri atas jerih payah mereka mengajar;

1.Mengajar lebih baik dari sholat sunah 1000 rakaat.  “Pergi mengajarkan satu bab ilmu pengetahuan baik dilaksanakan atau tidak, itu lebih baik dari pada shalat sunah seribu raka’at. dan kamu pergi mengajarkan ayat dari Kitabullah lebih baik bagimu dari pada shalat sunah seratus rakaat” (HR. Ibnu Majah).

2. Pahala mengajar sama dengan berjihad. “Barang siapa yang datang ke masjidku ini (tempat belajar) dengan berniat hanya untuk belajar atau mengajarkan kebaikan, maka kedudukannya sama dengan orang yang berjihad di jalan Allah. Dan siapa datang untuk tujuan yang lain, maka ia seperti orang yang mendatangi barang orang lain” (HR. Ibnu Majah)

3.Pahala mengajar sama dengan berhaji. “Barang siapa pergi ke masjid (sekolah) hanya untuk belajar tentang kebaikan atau mengajarkannya, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang berhaji secara sempurna”(HR. Thabrani).

guru-tmr4.Mengajar adalah sedekah. “Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sedekah. Sesungguh nya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya, dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat”. (HR. Ar-Rabi’).

5.Pahala amalnya tidak akan putus walau kita sudah tiada. “Jika manusia telah mati maka putuslah amalnya (kebaikannya) kecuali amalyang tiga macam ; 1. Sedekah jariah (yang tahan lama). 2. Ilmu yang membawa manfaat3. Anak saleh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya” (HR Muslim)

Larangan menyembunyikan pengetahuan.

Agama melarang kita untuk bersikap picik dengan menyembunyikan pengetahuan yang kita miliki, karena hal tersebut tidak akan membawa dapat yang baik bagi masyarakat. Beberapa referensi mengenai larangan menyembunyikan pengetahuan antara lain :

1.Paling pedih siksaan. “Orang yang paling pedih siksaannya pada hari kiamat ialah seorang alim yang Allah menjadikan ilmunya tidak bermanfaat”. (HR. Al-Baihaqi).

2. Seperti tidak infak. “Perumpamaan orang mempelajari ilmu kemudian tidak mengajarkannya adalah laksana orang yang menyimpan harta, lalu tidak menginfakkannya (HR. Thabrani).

3. Lebih berat dari berhianat. “Saling ber-lakulah jujur dalam ilmu dan jangan saling merahasiakannya. Sesungguhnya berkhianat dalam ilmu pengetahuan lebih berat hukumannya daripada berkhianat dalam harta”. (HR. Abu Na’im).

4.Mulutnya diikat. “Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu lalu dirahasiakannya, maka dia akan datang pada hari kiamat dengan kendali (di mulutnya) dari api neraka” (HR. Abu Dawud).

Mengamalkan Ilmu.

240_f_38512977_22dsnzfoep33ow2x5lbaclmkwcab6duyKita juga diminta untuk menerapkan Ilmu dan mengajarkan yang kita miliki, jika mengajarkan pengetahuan maka Allah akan menambahkan pengetahuan kita : “Barang siapa mengamalkan ilmunya, maka Allah swt akan membuka baginya ilmu yang belum diketahuinya”(HR Abu Umar). Ahirnya belajar adalah kewajiban musli yang tiada berhenti sampai akhir hayat.

 Semoga kita mampu melaksanakan dan mengajak keluarga dan rekan untuk saling berbagi ilmu yang bermanfaat : “Barang siapa mengajak orang kepada kebaikan, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang-orang yang mengikuti-nya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun “ (HR. Muslim).

 

Download PDF
Pahala belajar atau mengajar kebaikan setara haji dan jihad. Reviewed by on . “Barang siapa pergi ke masjid (sekolah) hanya untuk belajar tentang kebaikan atau mengajarkannya, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang berhaji s “Barang siapa pergi ke masjid (sekolah) hanya untuk belajar tentang kebaikan atau mengajarkannya, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang berhaji s Rating: 0

Leave a Comment


+ two = 3

scroll to top
Translate »
Facebook