Home » Sejarah » Sejarah dan bukti perjuangan Nabi Musa AS

Sejarah dan bukti perjuangan Nabi Musa AS

January 31, 2018 7:25 am by: Category: Sejarah Leave a comment A+ / A-

Nabi Musa as. 1527-1407 SM. Adalah Nabi ke 15 Dalam Islam, Dia adalah anak laki-laki dari seorang ibu yang bernama Yukabad dan seorang ayah yang bernama Imran. Beliau bersudara dengan nabi Harun as. Nabi Musa as. dilahirkan ketika zaman pemerintahan Raja Fir’aun. Fir’aun merupakan seorang raja yang zalim, takabur, bahkan mengaku dirinya sebagai Tuhan.

Suatu hari Fir’aun bermimpi bahwa negeri Mesir habis terbakar, semua rakyatnya mati kecuali orang-orang Israil, ketika terbangun, ia segera mencari ahli untuk mengartikan mimpinya. Jawaban yang diperoleh ialah mimpinya merupakan pertanda akan datangnya seorang laki-laki dari Bani Israil yang akan menjatuhkan kekuasaannya.

Mendengar jawaban itu, Fir’aun segera memerintahkan seluruh tentaranya untuk memeriksa setiap rumah penduduk dan membunuh setiap bayi laki-laki dari Bani Israil. Firaun termasuk orang yang berbuat kerusakan (QS 28:4).

Kelahiran Nabi Musa As.

Ketika Nabi Musa lahir Ibunya langsung panik, khawatir  Musa akan dibunuh tentara Firaun, Allah SWT memberi ilham kepada ibunya untuk menghanyutkannya ke sungai Nil (Qs 20 : 7). Dengan kekuasan-Nya, bayi Musa As. terapung di dalam sebuah peti dan berjalan mengikuti arus sungai menuju kolam pemandian istana Fir’aun. Akhirnya, peti itu ditemukan oleh Siti Asiah istri Raja Fir’aun yang kemudian dibawanya ke dalam Istana. (Qs. 28 : 39)

Melihat bayi di tangan istrinya, Fir’aun segera menghunus pedangnya untuk membunuh bayi laki-laki yang berada di tangan istrinya itu. Kemudian, Siti Asiah melindunginya dan berkata “Ia adalah penyejuk mata bagiku dan bagimu, janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat bagi kita atau kita angkat dia sebagai anak” (QS 28:8), Mendengar itu, Fir’aun akhirnya tak bisa berbuat apa-apa.

Nabi Musa As. Kembali Dipertemukan Dengan Ibunya

Karena kebesaran Allah, tidak ada satupun air susu wanita yang mau diminum oleh Nabi Musa (QS 28:12), sehingga Siti Asiah mencari wanita yang bisa menyusukan bayinya. Kemudian atas iradat Allah, maka terpilihlah ibu kandung Nabi Musa untuk menyusuinya. Begitulah cara Allah mempertemukan kembali Nabi Musa AS. Sesuai firman Allah: “Maka kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya“. (QS. 28: 13). Alangkah gembiranya Siti Asiah bisa menemukan orang yang tepat yang dapat menyusukan anak angkatnya yang tak lain ibu kandungnya sendiri.

Nabi Musa As Beranjak Dewasa

Setelah menginjak dewasa, Nabi Musa As. diberikan anugerah oleh Allah SWT. ilmu pengetahuan, kekuatan  dan kebijaksanaan. Suatu saat nabi Musa melerai 2 orang bertengkar, tanpa sengaja beliau memukul seseorang orang dari kaum Qibthi (Bangsa Firaun) sehingga tewas (QS 28:15), Nabi Musapun kaget dan mohon ampun kepada Allah (QS 28:16-17).

Berita itu tersebar luas, kemudian para pembesar berunding dan berencana akan membunuh Musa, akhirnya Musa diberitahu rencana tersebut, sehingga dia menjadi ketakutan. Dengan rasa cemas akhirnya ia meninggalkan kota tanpa tahu arah tujuan sebagaimana hal ini telah dijelaskan dalam (QS, 28:21) Artinya: “Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, Ia berdoa: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu“.

Nabi Musa Menikah.

Nabi Musa berjalan tanpa arah mengikuti langkah kakinya dengan rasa cemas dan khawatir karena takut dikejar oleh tentara Fir’aun. Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya).

Musa berkata: “Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?” Kedua wanita itu menjawab: “Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya”(QS 28:23). Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”( QS, 28:24).

Kemudian salah seorang dari kedua wanita itu berjalan malu-malu datang kepada Musa ia berkata: “Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberi balasan terhadap (kebaikan) mu memberi minum (ternak) kami”. Akhirnya Musapun mendatangi bapaknya (Syuaib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya). Syuaib berkata: “Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang lalim itu” (QS 28:25).

Salah satu putri itu usul agar nabu Musa dijadikan karyawan : “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya” (QS 28:26). Kemudian Nabi Suaeb menawarkan menikahkan putrinya asal Nabi musa mau bekerja minimal 8 th (QS 28:27) dan nabi Musapun setuju (QS 28:29)

Mendapatkan Mukjizat

Setelah waktunya selesai nabi Musa mengajak keluarganya kembali pulang, diperjalanan dia melihat api dan dia mendatanginya : “Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sesuluh api, agar kamu dapat menghangatkan badan” (QS, 28:29).

Ketika sampai dilembah tersebut, terdengarlah suara Allah berfirman : “Hai Musa, sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu, sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, Thuwa. Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang diwahyukan (kepadamu). Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku. Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan. Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan daripadanya oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya, yang menyebabkan kamu jadi binasa”(QS, 20: 11-14).

Allah berfirman : “Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa?” Berkata Musa: “Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya, dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya” Allah berfirman: “Lemparkanlah ia, hai Musa!” Lalu dilemparkannyalah tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat. Allah berfirman: “Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula, dan kepitkanlah tanganmu ke ketiakmu niscaya ia ke luar menjadi putih cemerlang tanpa cacad, sebagai mukjizat yang lain (pula), untuk Kami perlihatkan kepadamu sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Kami yang sangat besar, Pergilah kepada Firaun; sesungguhnya ia telah melampaui batas” (QS, 20: 17-24).

Kemudian Allah berfirman: “Kami akan membantumu dengan saudaramu (Harun), dan Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan yang besar, maka mereka tidak dapat mencapaimu; (berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mukjizat Kami, kamu berdua dan orang yang mengikuti kamulah yang menang” (QS, 28:33). Kemudian Nabi Musa melanjutkan perjalanan.

 Nabi Musa As. Kembali Ke Mesir

Ketika sampai di Mesir, beliau mengajak masyarakat untuk kembali ke jalan yang benar seraya menunjukkan kedua mukjizatnya yang baru ia peroleh dari Allah SWT. Nabi Musa juga datang dan berkata kepada Firaun  : “Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israel bersama kami dan janganlah kamu menyiksa mereka. Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk, Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orang-orang yang mendustakan dan berpaling”(QS, 20:48).

Firaun bertanya : “Maka siapakah Tuhanmu berdua, hai Musa? Musa berkata: “Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk.20:49-50. Musa terus menjelaskan tentang Allah.

Pertarungan Para Penyihir dan Nabi Musa.

Firaun sangat marah mengetahui kepulangan Musa yang mau membawa ajaran lain daripada yang diamalkan selama ini, berkata Firaun: “Adakah kamu datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kami (ini) dengan sihirmu, hai Musa? Dan kami pun pasti akan mendatangkan (pula) kepadamu sihir semacam itu, maka buatlah waktu untuk pertemuan antara kami dan kamu, yang kami tidak akan menyalahinya dan tidak (pula) kamu di suatu tempat yang pertengahan (letaknya)”. 20:57-58. Berkata Musa: “Waktu untuk pertemuan (kami dengan) kamu itu ialah di hari raya dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu matahari sepenggalahan naik”(QS, 20:59) .

Firaun kemudian mengumpulkan para penyihir untuk menghadapi Nabi Musa. Ketika ssatnya tiba para penyihir menghimpun kekuatan sihir dengan berbaris, mereka berkata: “Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan?” Berkata Musa: “Silakan kamu sekalian melemparkan”. Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka (QS, 20: 64-66). Nabi Musa pun ketakutan di dlam hatinya, namun ia menenangkan diri dengan mengingat Allah.

Nabi mengikuti perintah Allah : “Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang” (QS, 20:69), kemudian semua ular yang dibawa ahli sihir itu ditelan ular besar yang berasal daripada tongkat Musa. Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: “Kami telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa”. (QS, 20:70).

Kemenangan berada dipihak Nabi Musa, bahkan para tukang sihir Fir’aun mengakui kebenaran ajaran yang dibawa oleh Nabi Musa As, termasuk juga istri Firaun  Siti Asiah. Akibatnya  bertambahlah murka Fir’aun sehingga akhirnya ia menghukum mati para tukang sihirnya dan menyiksa istrinya hingga mati.

Firaun tetap medustakan Allah, Dia berkata : “Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta”.(QS, 28:38).

Kaum Firaun tetap tidak percaya Allah dan nabi Musa, Mereka berkata: “Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu” (QS 7:132). Maka Kami kirimkan kepada mereka (Kaum Firaun) angin topan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa (QS 7:133).

Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu) mereka pun berkata: “Hai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu dengan (perantaraan) kenabian yang diketahui Allah ada pada sisimu. Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan azab itu daripada kami, pasti kami akan beriman kepadamu dan akan kami biarkan Bani Israel pergi bersamamu”(QS 7:134). Maka setelah kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka mengingkarinya (QS 7:135). Sehinggah Allah akan mengazab mereka.

Tenggelamnya Fir’aun Di Laut Merah

Nabi musa mulai terancam, lalu dijelaskan di dalam Al Qur’an : “Dan sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa: “Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israel) di malam hari, maka buatlah untuk mereka jalan yang kering di laut itu, kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)” (QS 20:77).

Kemudian Nabi Musa beserta pengikutnya dikejar oleh Fir’aun dan tentaranya hingga di tepi laut merah. Sampai disanalah Nabi Musa dan para pengikutnya kebingungan karena menemui jalan buntu sedangkan mereka sudah terkepung oleh Fir’aun dan tentaranya.

Dalam peristiwa itulah Allah mewahyukan kepada Nabi Musa As. agar memukulkan tongkatnya ke permukaan laut, kemudian Nabi Musa segera memukulkan tongkatnya dan tiba-tiba air laut itu terbelah menjadi dua bagian yang sekaligus di tengah-tengah (belahan) itu menjadi jalan yang bisa dilewatinya dan para pengikutnya.

Tidak lama kemudian Fir’aun dan bala tentaranya menyusul melewati jalan tersebut sambil merasa takut. Kemudian setelah Nabi Musa dan pengikutnya sampai di daratan, maka Allah memerintahkan kepada Nabi Musa agar secepatnya memukulkan tongkatnya ke lautan dan seketika itu pula Nabi Musa memukulkan tongkatnya, lalu tiba-tiba air lautan yang terbelah itu kembali menjadi air laut seperti semula, maka tenggelamlah raja Fir’aun dan bala tentaranya di laut merah. “Maka Kami hukumlah Firaun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang lalim” (QS 28:40).

Kejadian tersebut di rekam di dalam Al-Qur’an: Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan”. (QS. 2: 50)

Sesampainya diseberang umat Nabi Nuh kelapan dan kehausan, kemudian Allah memberikan makanan untuk mereka : “Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barang siapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah ia.” (QS, 20:81). Ketika mereka kehausan Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk memukul batu dengan tongkat, maka memancurlah air segar.

Musa Bermunajat di Bukit Sinai Untuk Mendapatkan Taurat

Setelah beberapa waktu,  Nabi Musa bersama sebahagian pengikutnya dari kalangan Bani Israel menuju ke Bukit Sina untuk mendapatkan kitab panduan daripada Allah. Namun, sebelum itu Musa disyaratkan berpuasa selama 30 hari pada Zulkaedah. Ketika mau bermunajat, dia beranggapan bau mulutnya kurang menyenangkan. Ia menggosok gigi dan mengunyah daun kayu, lalu perbuatannya ditegur malaikat dan dia diwajibkan berpuasa 10 hari lagi. Dengan itu puasa Musa genap 40 hari  baru bisa bermunajat.

Dan tatkala Musa datang untuk (munajat) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau”. Tuhan berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: “Maha Suci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman”.(QS, 7:143)

Allah berfirman: “Hai Musa sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) kamu dari manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur”. (QS, 7:144)

Kemudian Kami telah memberikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa untuk menyempurnakan (ni’mat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, dan untuk menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat, agar mereka beriman (bahwa) mereka akan menemui Tuhan mereka.(QS, 7:154)

10 Perintah Tuhan

Sewaktu bermunajat, Allah menurunkan kepadanya kitab Taurat. Menurut ahli tafsir, ketika kitab itu berbentuk kepingan batu atau kayu, namun padanya terperinci segala panduan ke jalan diridhai Allah. Kesepuluh Perintah Tuhan itu mengandung sejumlah pernyataan-penyataan wajib yang secara total lebih dari 10. Tetapi, Kitab Suci sendiri menunjukkan perhitungan “10”, menggunakan frasa ‘aserethad’varim diartikan sebagai 10 kata, pernyataan, atau benda. Agama-agama yang bermacam-macam mengelompokkan pernyataan-penyataan wajib tersebut sehingga menjadi 10 bagian.  Kesepuluh perintah tersebut  juga menjadi bagian dari ajaran islam.

Berikut Isi Sepuluh Perintah vs Al Qur’an Sebagai Berikut:

1.Akulah Tuhan, Allahmu, jangan ada padamu tuhan lain selain-Ku (terdapat dalam surat (QS al Ikhlas, QS. Al-hasyr: 23). 2. Jangan membuat bagimu patung (sembahan) yang menyerupai apapun (Termasuk didalam (QS.Al-Baqarah: 22). 3.Jangan menyebut nama Tuhan: Allahmu, dengan sembarangan (QS. An-nisaa: 116) . 4. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat (khusus islam harinya jumat (QS. Al Jumu’ah: 9) 5.Hormatilah ayah dan ibumu (QS. Al-Israa’: 23). 6.Jangan membunuh (QS. An-Nisa:93, QS, 5:32). 7.Jangan berzina (QS. An-Nuur: 3) 8. Jangan mencuri (QS. Al-Maa’idah: 38). 9.Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu (QS. An Nahl : 91). 10. Jangan menginginkan milik sesamamu (menginginkan istri, atau hamba laki-lakinya, atau hamba perempuannya, atau lembunya, atau keledainya, atau hartanya, atau apapun yang dipunyai sesamamu), dalam hal ini banyak ayat yang melarang hal tersebut, ada beberapa ayat yang mengatur pembagian agar tidak saling menguasai yakni (QS. An Nahl : 91) dan (Qs. An Nisaa’: 2).

Samiri dan Berhalanya

Sebelum Musa pergi ke bukit itu, dia berjanji kepada kaumnya tidak akan meninggalkan mereka lebih 30 hari. Tetapi Nabi Musa tertunda 10 hari, karena terpaksa mencukupkan 40 hari puasa. Bani Israelkecewa dengan kelewatan Musa kembali kepada mereka. Ketiadaan Musa membuatkan mereka seolah-olah dalam kegelapan dan ada antara mereka berpikir keterlaluan dengan menyangka dia tidak akan kembali lagi.

Dalam keadaan tidak menentu itu, seorang ahli sihir dari kalangan mereka bernama Samiri mengambil kesempatan menyebarkan perbuatan syirik. Dia juga mengatakan Musa tersesat dalam mencari tuhan dan tidak akan kembali. Ketika itu juga, Samiri membuat anak sapi dari emas. Dia memasukkan segumpal tanah, bekas dilalui tapak kaki kuda Jibril ketika mengetuai Musa dan pengikutnya menyeberangi Laut Merah. Patung itu dijadikan Samiri bersuara.(Menurut cerita, ketika Musa dengan kudanya mau menyeberangi Laut Merah bersama kaumnya, Jibril ada di depan terlebih dulu dengan menaiki kuda betina, kemudian diikuti kudajantan yang dinaiki Musa dan pengikutnya.

Kemudian Samiri menyeru kepada orang ramai: “Wahai kawan-kawanku, rupanya Musa sudah tidak ada lagi dan tidak ada gunanya kita menyembah Tuhan Musa itu. Sekarang, mari kita sembah anak sapi yang diperbuatkan daripada emas ini. Ia dapat bersuara dan inilah tuhan kita yang patut disembah.” Seperti dijelaskan dalam (QS 7:148).

Selepas itu, Musa kembali dan melihat kaumnya menyembah patung anak sapi. Ia marah dengan tindakan Samiri yang mengajak mereka menyembah anak sapi. Firman Allah: “Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa: wahai kaumku, bukankah Tuhanmu menjanjikan kepada kamu suatu janji yang baik? Apakah sudah lama masa berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki supaya kemurkaan Tuhanmu menimpamu, kerana itu kamu melanggar perjanjianmu dengan aku ?” (QS 20:86)

Musa bertanya Samiri, seperti diceritakan dalam al-Quran: “Berkata Musa; apakah yang mendorongmu berbuat demikian Samiri? Samiri menjawab: Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya, maka aku ambil segenggam tanah (bekas tapak Jibril) lalu aku masukkan dalam patung anak sapi itu. Demikianlah aku menuruti dorongan nafsuku.”QS : 20: 95-96)

Al Qur’an menjelaskan : “Sesungguhnya Musa telah datang kepadamu (Bani Israil) membawa bukti-bukti kebenaran (mukjizat), kemudian kamu jadikan anak sapi (sebagai sembahan) sesudah (kepergian)nya, dan sebenarnya kamu adalah orang-orang yang lalim” (QS, 2:92)

Berkata Musa: “Pergilah kamu, maka sesungguhnya bagimu kehidupan di dunia ini saja (hanya dapat  mengatakan)  “Janganlah menyentuh (aku)”. Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya, dan lihatlah tuhanmu itu yang kamu tetap menyembahnya. Sesungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan)” (QS 20:97). “Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu” (QS, 20:98).

Keinginan Bani Israel Melihat Tuhan

Umat Nabi Musa bersifat keras kepala, hati mereka tertutup oleh kekufuran, malah gemar melakukan perkara terlarang, sehingga sanggup menyatakan keinginan melihat Allah, baru mau beriman. Firman Allah: “…dan ingatlah ketika kamu berkata: Wahai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedangkan kamu menyaksikannya. Selepas itu Kami bangkitkan kamu selepas mati, supaya kamu bersyukur. (Al-Baqarah 2:55-56)”

Bukti Sejarah Zaman Nabi Musa

Musa meninggal dunia ketika berusia 120 tahun di Bukit Nabu’, Tempat wafat: Gunung Nebu (Bukit Nabu’) di Jordania (sekarang). Makam tersebut sekarang dijadikan objek wisata rohani, terutama ketika orang telah menyesaikan ibadah Umroh.

Sedangkan jasa Firaun ditemukan mengapung di laut merah, kemudian disimpan di musium di Mesir. Jasad tersebut menjadi fakta sejarah bahwa memang firaun tenggelam di laut merah dan jasad terawetkan oleh alam. Di dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa Firaun bertaubat ketika akan mati, namun ditolak Allah, tetapi jasadnya diselamatkan untuk menjadi pelajaran :

“Dan Kami selamatkan Bani Israil melintasi laut, kemudian Fir’aun dan bala tentaranya mengikuti mereka, untuk menzalimi dan menindas (mereka). Sehingga ketika Fir’aun hampir tenggelam dia berkata, “Aku percaya bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri” (QS 10:90).“Mengapa baru sekarang (kamu beriman), padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu, dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan” (QS 10:91). “Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami” (QS 10:92)

 

Download PDF
Sejarah dan bukti perjuangan Nabi Musa AS Reviewed by on . Nabi Musa as. 1527-1407 SM. Adalah Nabi ke 15 Dalam Islam, Dia adalah anak laki-laki dari seorang ibu yang bernama Yukabad dan seorang ayah yang bernama Imran. Nabi Musa as. 1527-1407 SM. Adalah Nabi ke 15 Dalam Islam, Dia adalah anak laki-laki dari seorang ibu yang bernama Yukabad dan seorang ayah yang bernama Imran. Rating: 0

Leave a Comment


6 − four =

scroll to top
Translate »
Facebook