Sejarah dan peninggalan Nabi Shaleh menegakkan agama Islam.

Nabi Shaleh as (2150 – 2080 SM) adalah nabi yang ke 5 dalam Islam, dia berasal dari bangsa Tsamud dan keturunan ke 6 Nabi Nuh AS . Nabi Shaleh sangat dikenal  karena kejujuran dan kebaikannya, memiliki keluasan ilmu, kematangan akal, dan kejernihan hati. Kaumnya sangat berharap kelak dia akan bersedia menjadi pemimpin mereka.

Kondisi kaum Tsamud.

Kaum Tsamud tinggal di pesisir laut merah di  wilayah yang bernama Al-Hijr, kawasan ini sekarang bernama Madain Shaleh. Mereka hidup di wilayah yang subur (di dalam kebun-kebun serta mata air, QS 126:147), mereka tinggal dirumah yang mewah dan megah (“Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin” QS 126 : 149)   mereka juga menanam pohon-pohon dan mendapatkan hasil panen yang sangat banyak.

Kaum Tsamud mereka hidup senang dan penuh dengan kemakmuran. Ditengah kesenangan dan kenikmatan akhirnya setan mulai menyesatkan,  mereka mulai mengingkari bahwa nikmat itu dari Allah swt, dan bahkan akhirnya, mereka benar-benar tersesat dengan menyembah selain Allah. Mereka tidak hanya menyembah berhala, tetapi mereka suka berbuat kerusakan dan bersifat bengis.

Nabi Shaleh ditugaskan berdakwah

Allah menugaskan Nabi Shaleh untuk membina kaum Tsamut, Nabi Shaleh menyampaikan kepada kaumnya bahwa: tuhan yang mereka sembah yakni patung-patung dan berhala itu tidak memiliki kekuatan apa-apa. Lalu beliau melarang mereka untuk menyembah berhala dan meminta kepada mereka agar menyembah Allah SWT.

Di dalam Al qur’an Allah berfirman : ”Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).”(QS 11:61)

Nabi Shaleh mendapat tentangan

Seruan Nabi Shaleh itu menggemparkan kaumnya, karena tiba-tiba saja ada seorang dari kaumnya yang melarang mereka menyembah berhala, karena kebiasaan ini adalah warisan nenek moyang yang sudah berlangsung lama.

Sebenarnya mereka ingin kelak Shalih menjadi pemimpin mereka, mereka berkata : “Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang diantara kami yang kami harapkan,  apakah kamu melarang kami untuk  menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? Dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami.” (QS. Hud: 62).

Nabi Shaleh terus berdakwah dengan penuh ketulusan, kasih sayang dan cinta, namun  tetap ditentang oleh kaumnya. ”Ketika saudara mereka Shaleh, berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam (Qs 26: 142-145). Mereka berkata: “Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir; (QS 26:153)

Meskipun ditentang  Nabi Shaleh tidak putus asa, bertahun-tahun ia terus menyampaikan ajaran-ajarannya dengan sabar dan tabah , kemudian akhirnya Nabi Shaleh mempunyai pengikut dari warga miskin, walaupun hanya sedikit.

Nabi Saleh ditantang menurunkan mukjizat

Adanya pengikut membuat para pemimpin Tsamud gusar, mereka ingin agar Nabi Shaleh tidak mempunyai pengikut sama sekali: ”Maka mereka berkata: “Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila” (QS 54,24), ” Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong”(QS 54:25)

Kemudian mereka mendatangi Nabi Shaleh dan berkata : ”Kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar’..”(QS 26:154). Nabi Shaleh AS memang tidak mampu mendatangkan suatu Mukjizat, tetapi ia yakin, kalau  memohon kepada Allah SWT akan dikabulkan.

“Akan kutunjukkan kepadamu suatu Mukjizat! Tetapi dengan satu syarat, kalian semua harus mengikutiku menyembah Allah!” kata Nabi Shaleh AS. Ia mengajukan syarat itu kepada tokoh-tokoh masyarakatnya, syarat itu mereka setujui.

Kemudian penduduk dikumpulkan untuk menyaksikan : Nabi Shaleh berdoa, menadahkan tangannya ke langit. “Ya Tuhanku! Kaumku tetap mendustakan kenabianku. Hanya sedikit orang yang mau mendengar kata-kataku. Untuk meyakinkan mereka, sudilah Engkau memberikan kepadaku suatu Mukjizat sebagai tanda kebenaranku. Mudah-mudahan mereka akan mengikutiku di jalan-Mu yang lurus!”

Selesai berdoa, kilat menyambar-nyambar di puncak bukit itu dengan cahaya yang sangat menyilaukan. Tak lama kemudian di puncak bukit itu bergemuruh. Tanah terguncang seperti gempa. Tiba-tiba puncak bukit itu terbelah. Bersamaan dengan itu, seekor unta betina yang sangat indah keluar dari dalam tanah. Unta itu berdiri dengan megahnya.

”Saleh menjawab: “Ini seekor unta betina, ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air, dan kamu mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air di hari yang tertentu”(QS 26:155).

Para pemuka masyarakat dan semua yang hadir sama-sama tercengang. Unta itu lalu turun dari atas bukit, langsung menuju sumur penduduk. Ia minum sepuas-puasnya. Benar seperti yang dikatakan Nabi Shaleh AS, Unta itu selalu mengeluarkan air susu yang tidak habis-habisnya.

Catatan : Unta itu sebenarnya sebagai tanda kebesaran Allah swt : ”Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu. Dan telah kami berikan kepada Tsamud unta betina itu (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu. Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti (QS 17:59). Dijelaskan pula: ”Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabar” (QS 54:27).

Shalih melarang mengganggu unta agar tidak di azab.

Nabi Shaleh mengatakan agar menjaga keselamatan unta itu, lalu berseru, “Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah ia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat.” (QS. 11: 64).

Sejak peristiwa itu, pengaruh Nabi Shaleh di kalangan kaumnya makin besar. Para pengikutnya semakin yakin akan kebenaran yang diajarkan Nabi Shaleh AS. Pengikutnya pun makin bertambah.

Tetapi para pemuka masyarakat itu tetap tidak mau mengakui Allah,”Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka(pengikut saleh): “Tahukah kamu bahwa Saleh di utus (menjadi rasul) oleh Tuhannya?”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Saleh diutus untuk menyampaikannya”QS, 7:75). Lalu para pemuka itu berkata : “Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu” (QS:7:76). Dijelaskan dalam Al Qur’an : ”(Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas” (QS 91:11), karena mereka telah ingkar janji.

Kaum Tsamud sengaja membunuh unta dan menantang azab Allah swt.

Kemudian pemuka kaum Tsamud bersekongkol untuk membunuh unta, mereka memanfaatkan seorang janda kaya yang sangat cantik, bernama Shaduk binti Mahya. Peempuan itu mengumumkan kepada penduduk bahwa ia bersedia menyediakan dirinya kepada laki-laki manapun yang dapat membunuh unta Nabi Shaleh itu.

Ushadda bin Muharrij, seorang pemuda kekar yang sangat pemberani menyatakan kesanggupannya membunuh unta itu, bahkan ia mau melakukan apa saja, asal ia dapat memperoleh janda yang kaya raya lagi molek itu.

Kemudian di hadapan para pemuka Tsamud ada orang tua yang mengatakan bahwa ia akan menyerahkan seorang gadisnya yag cantik kepada Gudar bin Salif, seorang pemberani kalau ia mau membunuh unta Nabi Shaleh AS, tentu saja Gudar  menyanggupi karena ia ingin sekali menyunting gadis itu.

Mushadda dan Gudar mencari tujuh orang teman lagi: ”Maka mereka memanggil kawannya, lalu menangkap (unta itu) dan membunuhnya”(QS, 54:29). Mushada memanah paha unta itu, kemudian Gudar metikam perut unta hingga roboh dengan usus berhamburan. Setelah itu mereka menunggu dengan hati berdebar takut azab, namun tidak terjadi apa-apa, sehingga legalah hati mereka.

Lalu mereka kembali ke kota, sepanjang jalan mereka berteriak-teriak memberitahukan bahwa unta Nabi Shaleh telah mereka bunuh dan para pemuka mengelu-elukan mereka.  Saat itu juga mereka mendatangi Nabi Shaleh AS, kemudian menyembelih unta betina itu dengan angkuh.

Mereka menantang azab Allah : “Hai Saleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah)” (QS 7:77).   ”Dia (Saleh) berkata: “Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat” (QS, 27:46).

Nabi Saleh akhirnya marah

“Hai Shaleh, kami telah membunuh untamu itu! Datangkanlah azab yang kau ancamkan kepada kami itu! Kalau tidak, tentulah kau hanya pembohong besar! Kata mereka dengan pongahnya.

Shaleh akhirnya marah dan berkata: “Bersukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.” (QS 11:65). Kemudian memberitahu kaumnya bahwa azab Allah yang akan menimpa di atas mereka akan didahului dengan tanda-tanda, yaitu pada hari pertama bila mereka terbangun dari tidur, wajah mereka menjadi kuning dan akan berubah menjadi merah pada hari kedua dan hitam pada hari ketiga dan pada hari keempat turunlah azab Alla. h yang pedih

Mereka  berkata : “Hai Shaleh, mengapa mesti tiga hari? Kalau engkau memang kuasa, datangkanlah sekarang juga! Kami ingin melihatnya segera!” Lalu Nabi Shaleh menjawab. “Sungguh kalian ini menjadi orang yang paling durhaka di muka bumi. Neraka jehanamlah yang pantas menjadi tempat kalian kelak. Tunggulah azab itu pasti datang dan tidak satupun diantara kalian yang akan selamat!”

Rencana membunuh nabi Shaleh.

Penangguhan waktu tiga hari itu membuat bangsa Tsamud menjadi sangat gelisah, rupanya Nabi Shaleh AS bermaksud memberi kesempatan berpikir bagi kaumnya.

Namun Mashadda dan Gudar serta ketujuh temannya malah bersekongkol untuk mendatangi rumah dan ingin membunuh Nabi Shaleh pada malam pertama ; ”Mereka berkata: “Bersumpahlah kamu dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari, kemudian kita katakan kepada warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kematian keluarganya itu, dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar”(QS, 27:49).  Akan tetapi Allah melindungi utusan-Nya. Terjadi gempa dan batu-batu besar berjatuhan dari langit menimpa kepala mereka satu persatu ditimpa azab.

Nabi Shaleh pergi dan diselamatkan

Nabi Shaleh  akhirnya memutuskan tidak ada lagi gunanya tinggal bersama orang-orang durhaka itu. Sehari sebelum turunnya azab, berangkatlah Nabi shaleh AS bersama pengikutnya menuju tanah Palestina, Nabi Shaleh berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasihat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasihat”.(QS, 7:79)

”Maka tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Saleh beserta orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami dan (Kami selamatkan) dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa”(QS 11:66).

Azab Allah datang

Tatkala Nabi Shaleh dan pengikutnya sudah berada di tempat aman, tampaklah awan hitam yang sangat tebal menggantung di atas kota kaum Tsamud. Kemudian bumi bergetar dan akhirnya terdengar suara mengguntur sangat dahsyat:  ”Dan adapun kaum Tsamud maka mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk itu, maka mereka disambar petir azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan”(QS 41:17).

Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang lalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya” (QS 11:67). “Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud”(QS 11:68).

 “Alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Sesungguhnya kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur. Maka jadilah mereka seperti rumput kering (yang di kumpulkan oleh) yang punya kandang binatang.” (QS. Al-Qomar: 30-31).Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur di waktu pagi”(QS 15:83).

Bangsa Tsamud dan peradabannya lenyap, seperti tidak pernah ada di permukaan bumi. Mereka hancur sebelum mengetahui apa yang terjadi. Yang tinggal hanyalah sisa bangunan-bangunan yang di tuliskan di dalam kitab suci, agar menjadi peringatan bagi umat manusia sesudahnya. (Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman, QS 26:158).

Nabi Saleh dimakamkan di Al-Hijr (kawasan berbatu) antara Hijaz dan Tabuk,

 

Reff :

– Pon-Pes Rudatul Mustofa.

– M Yasin.

 

Download PDF

Leave a comment


6 × five =

Translate »
Facebook