Home » Budi Pekerti » Toleransi Islam menurut Al Qur’an

Toleransi Islam menurut Al Qur’an

September 11, 2017 3:40 pm by: Category: Budi Pekerti Leave a comment A+ / A-

tl1
Seperti agama-agama sebelumnya, Islam mengajarkan kasih sayang dan perbuatan baik terhadap sesama manusia dan lingkungan sekitar.

 “Tuhanmu telah menetapkan atas diri Nya kasih sayang”.(QS 006 : 54). “Tuhanmu mempunyai rahmat yang luas”. (QS 006 :147). “Sayangilah manusia sebagaimana engkau menyayangi terhadap dirimu sendiri”. (HR Bukhori, Muslim). “Sesungguhnya Allah akan menyayangi hamba-hambanya yang dikarunia sifat kasih sayang”. (HR. Bukhari 7448, Muslim 2132, Ahmad). 

Namun ajaran kebaikan / kasih sayang terkadang dikalahkan oleh kepentingan kekuasaan, ekonomi ataupun keinginan untuk mendominasi faham/agama tertentu. Sehingga seringkali terjadi konflik bahkan sampai bentrokan berdarah.

Agama memberikan petunjuk bagaimana sebaiknya kita saling toleransi dalam hal agama, beberapa hal yang dijelaskan dalam Al Qur’an antara lain

Jangan mencampur aduk dan saling Menggangggu.

Urusan agama adalah urusan masing-masing. Orang yang beragama lain, tidak menyembah Tuhan orang muslim, juga seorang muslim tidak menyembah Tuhan yang lain. Untuk urusan ibadah kita diminta tidak mencampur aduk agama dan tidak saling mengganggu. Batasannya jelas :  “Untukmu agamamu, dan untukku, agamaku” (QS, 109:6)

Islam mengutamakan perdamaian, perbuatan baik dan keadilan.

studentBaik dan adli terhadap semua. “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS,  60:8)

Jika agama yang lain cenderung berdamai, maka muslim juga harus cenderung berdamai.  “Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS, 8:61).

“Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”. (QS, 60:9).

Agama meminta kita menghindari konflik, Jika dihina, tinggalkan saja.

“Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).” (QS 6:68).

“Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik”.(QS, 73:10). Tidak perlu berkomentar atau menyanggah, lebih baik menghindar, terutama   jika kita tidak menguasai materi.

Jangan menghina/memaki agama lain.

Agama islam juga melarang kita menjelekkan/ menghina  agama lain, “Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah (agama lain) , karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan” (QS,6:108).

Memaafkan akan lebih baik. 

Jika kaum muslim diperlakukan jahat, agama tidak menganjurkan membalas yang berlebihan. “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (QS, 42:40). Dalam hal ini agama menganjurkan kita agar memaafkan dan tetap berbuaat baik.

Jika diserang (akan dibunuh), harus membela diri, tapi tidak boleh berperang berlebihan.

Di beberapa tempat muslim mengalami penindasan bahkan dibunuh, jika tidak ada  aparat yang melindungi, muslim berhak untuk membela diri/ melawan. “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”. (QS,6:108 dan QS 2:190). Jika harus berperang seorang muslim tidak  boleh merusak rumah ibadah agama lain, membunuh wanita, jompo dan anak-anak, membakar pohon dan menghancurkan fasilitas umum dll.

“…….. Tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka”. (QS, 4:90)

Jika mereka minta perlindungan, harus dilindungi.

Agama mengajarkan kita agar melindungi orang yang meminta perlindungan, walaupun mereka bukan muslim.  “Dan jika seorang diantara orang-orang yg blm percaya islam itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui” (QS, 9:6). Kita diminta agar menunjukkan keindahan ajaran islam.

ObamaKita diminta untuk mengenalkan islam tanpa membuat konflik.

“Maka karena itu serulah (dakwah tentang Islam) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: “Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil diantara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nya-lah kembali (kita)”. (QS, 42:15)

Kita juga tidak boleh memaksa orang agar pindah ke agama Islam.

Ketika kita mengenalkan islam, kita tidak boleh memaksa mereka untuk masuk islam : “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS 2:256).

Tugas kita hanya menyampaikan saja, urusan hidayah milik Allah.

Allah swt menegaskan bahwa tugas kita hanya mengenalkan saja. “Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS, 2:272).

Semoga kita selalu dapat menjaga toleransi demi perdamaian, tidak terpancing konflik dan selalu dilindungi ALLAH SWT. 

“Barang siapa mengajak orang kepada kebaikan, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang-orang yang mengikuti-nya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun“ (HR. Muslim).

Download PDF
Toleransi Islam menurut Al Qur’an Reviewed by on . Seperti agama-agama sebelumnya, Islam mengajarkan kasih sayang dan perbuatan baik terhadap sesama manusia dan lingkungan sekitar.  “Tuhanmu telah menetapkan ata Seperti agama-agama sebelumnya, Islam mengajarkan kasih sayang dan perbuatan baik terhadap sesama manusia dan lingkungan sekitar.  “Tuhanmu telah menetapkan ata Rating: 0

Leave a Comment


− two = 6

scroll to top
Translate »
Facebook