Home » Kepribadian » Wajah bersih dan rapi sesuai tuntunan Islam

Wajah bersih dan rapi sesuai tuntunan Islam

September 1, 2017 4:42 am by: Category: Kepribadian Leave a comment A+ / A-

“Menjadi bersihlah kamu, karena sesungguhnya Islam itu bersih” (HR Ibnu Hiban).  

“Apabila kamu memelihara rambut hendaklah dimuliakan/ dirawat” (HR. Abu Dawud, Ath-Thahawi).

Setiap hari kita akan selalu bertemu dengan orang, pada saat awal biasanya kita akan saling menilai sebelum berinteraksi. Dalam hal ini kesan pertama (first impression) adalah hal yang pertama kali kita harus diperhatikan, karena hal itu sangat mempengaruhi penilaian orang lain terhadap kita.

Ketika kita akan berpapasan, yang dominan (80%) terlihat adalah badan, sehingga kebersihan, kerapihan, keindahan pakaian sangat penting. Ketika sudah mendekat, orang akan lebih focus (80%) melihat wajah, sehingga wajah yang bersih, rapih dan selalu tersenyum akan dapat memberikan kesan positif.

Penampilan harus baik.

Agama menyuruh kita berpakaian bersih, rapih, indah dan tersenyum, selain itu kita juga dianjurkan untuk membersihkan dan merapihkan bagian kepala dan wajah, karena akan berpengaruh sebesar 80% dari penilaian orang ; Menjadi bersihlah kamu, karena sesungguhnya Islam itu bersih” (HR Ibnu Hiban).
Selain kebersihan wajah, kerapihan rambut juga sangat diutamakan dalam agama. Diceritakan bahwa Nabi SAW, juga memperhatikan penampilan ;  “Nabi SAW senantiasa merapihkan (mencukur sedikit) bagian panjang dan lebar janggutnya (HR. Tirmizi). “Sesungguhnya Allah itu indah dan senang kepada keindahan, bila seorang ke luar untuk menemui kawan-kawannya hendaklah merapikan dirinya” (HR. Al-Baihaqi).

Beberapa hal yang dianjurkan :

1. Merapihkan rambut .

Rambut memang ada di atas, seperti mahkota, rambut akan menentukan baik tidaknya penampilan anda, agama islam menganjurkan agar kita merawat rambut. “Apabila kamu memelihara rambut hendaklah dimuliakan/ dirawat” (HR. Abu Dawud, Ath-Thahawi). Ketika ada datang dengan rambut morat-marit nabi bertanya: “Apakah orang ini tidak mendapat sesuatu yang dengan itu dia dapat meluruskan rambutnya?” (HR Malik).   “Bukankah ini lebih baik dari pada dia datang sedang rambut di kepalanya morat marit seperti setan?”. (HR Malik).

Nabi tetap merapihkan rambut  pada malam hari ; Apabila Allah membangunkan beliau pada tengah malam, maka beliau bersiwak (besihkan gigi), berwudhu dan menyisir. (HR Anas ibn Malik)

2. Menyemir rambut:

Agama ingin kita selalu terlihat fresh, bersih, awet muda, sehingga apabila sudah beruban, dianjurkan agar kita menyemir rambut. “Sesungguhnya orang-orang yahudi tidak suka menyemir rambut, maka menjadi berbedalah kamu dengan mereka” (HR Bukhori). “Ubahlah uban ini tetapi jauhilah warna hitam”(HR Muslim). “Sebaik baik bahan yang dipakai untuk menyemir uban adalah pohon inai (merah) dan pohon khatam (hitam kemerahan)”. (HR. Tarmizi).

keterangan: jika anda masih muda boleh pakai warna hitam tetapi jika kulit sudah tua, jangan pakai warna hitam.(pakai coklat-hitam).

3. Memakai minyak:

Bagian depan rambut kepala Rasulullah saw dan jenggutnya telah beruban. Apabila beliau menyisir bagian depan rambut serta memakai minyak maka ubannya tidak Nampak (HR. Ahmad, Muslim).

4. Mencukur kumis, memelihara janggut.

Mencukur kumis ;“Rasulullah saw senantiasa mencukur kumisnya, dulu nabi Ibrahim saw juga senantiasa mencukur kumisnya’ (HR. Tirmizi). ”Cukurlah kumis dan biarkanlah janggut.’‘ (Bukhari, Muslim). Jika memelihara janggut, sebaiknya perhatikan juga estetikanya, jangan terlalu panjang (Contoh : Raja Arab Saudi).

Keterangan : Sebagian ulama berpendapat bahwa hadits ini tidak merupakan perintah, tetapi berdasarkan pada kehendak masyarakat setempat yang ingin berbeda penampilan pada saat berperang. 

Tetap rapih pada malam hari ; Apabila Allah membangunkan beliau pada tengah malam, maka beliau bersiwak (besihkan gigi), berwudhu dan menyisir. (HR Anas ibn Malik)

Hal yang sebaiknya dihindari :

1. Hindari mencukur sebagian saja; Rasulullah saw. melarang mencukur rambut sebagian kepala. (Shahih Muslim No.3959)
2. Hindari Jambul. Ibnu Umar : “Rasulullah saw melarang berjambul (HR Bukhari, Muslim)

First impression / kesan pertama sebenarnya hanya akan merupakan pintu gerbang interaksi, namun tersebut kesan sangat berpengaruh bagi tahap-tahap interaksi berikutnya. Jika kesan awal sudah negative maka orang akan cenderung menolak kita, dan komunikasi/interaksi akan gagal.

FA.Sebaliknya jika kesan tersebut positive maka orang akan lebih mudah menerima kita, sehingga interaksi akan lebih baik. Setelah interaksi berjalan intensive.

Akhirnya, setelah lama mengenal akhirnya masalah perilaku (ahlak) akan lebih menentukan. Karena itu Nabi Muhammad juga mencontohkan agar meminta perbaikan ahlak ketika berdandan, diceritakan oleh Aisyah ;“Apabila Rasulullah bercermin, beliau mengucapkan Ya Allah, sebagaimana engkau telah membaguskan rupaku, maka baguskanlah ahlakku” (HR Ahmad).
Semoga dengan memberikan kesan pertama yang baik, akan membawa sukses bagi kita semua………Sampaikanlah walau hanya satu ayat….
.

Download PDF
Wajah bersih dan rapi sesuai tuntunan Islam Reviewed by on . "Menjadi bersihlah kamu, karena sesungguhnya Islam itu bersih” (HR Ibnu Hiban).   “Apabila kamu memelihara rambut hendaklah dimuliakan/ dirawat” (HR. Abu Dawud, "Menjadi bersihlah kamu, karena sesungguhnya Islam itu bersih” (HR Ibnu Hiban).   “Apabila kamu memelihara rambut hendaklah dimuliakan/ dirawat” (HR. Abu Dawud, Rating: 0

Leave a Comment


× 5 = thirty

scroll to top
Translate »
Facebook